• Jln. Danau Aji Kel. Melayu Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara 75512
  • 0541 661350

ARTIKEL DETAILS

Harga Minyak Susut Usai Rilis Data Persediaan AS

Harga Minyak Susut Usai Rilis Data Persediaan AS

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak melemah usai data menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) lebih besar dari yang diharapkan. Akan tetapi, produksi minyak AS turun pada Desember 2017.

Persediaan minyak mentah AS naik 3 juta barel hingga 23 Februari 2018. Angka ini di atas perkiraan analis sekitar 2,1 juta barel."Kami memiliki pasokan cukup besar, tetapi sepertinya pasar menguat baru-baru ini sehingga membuat kemudian ada tekanan," ujar Philip Streible, Strategist RJO Futures, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (1/3/2018).

Sementara itu, laporan bulanan dari the US Energy Information Administration (EIA)menyebutkan produksi minyak turun menjadi 9,95 juta barel pada Desember 2017. Produksi turun sekitar 108 ribu barel per hari dari periode November 2017. EIA juga menyebutkan kalau ada revisi produksi minyak pada November naik menjadi 10,05 juta barel per hari.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 29 sen menjadi US$ 62,72 per barel. Harga minyak turun 0,5 persen pada pukul 1.30 waktu setempat. Sedangkan harga minyak Brent untuk kontrak Mei melemah 56 sen menjadi US$ 66,07 per barel.

Sepanjang Februari, harga minyak WTI susut 4,8 persen, dan itu penurunan pertama sejak Agustus tahun lalu. Sedangkan harga minyak Brent sepanjang Februari melemah 4,7 persen.

Produksi minyak AS melonjak sejak pertengahan 2016 sehingga pengaruhi harga minyak pada 2018. Bahkan saat OPEC mempertahankan pemangkasan pasokannya.

"Kami memiliki lebih banyak minyak untuk diproduksi, dan akan melewati ambang batas 11 juta barel per hari lebih cepat dari perkiraan," ujar Streible.

Selain itu, persediaan bensin juga meningkat 2,5 juta barel. Angka ini di atas perkiraan untuk penarikan sekitar 190 ribu barel. Kenaikan persediaan di kala ada kenaikan aktivitas kilang minyak.

"Terlepas dari penyuling yang menjalani perawatan, mereka terus memproses lebih banyak minyak mentah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan menambah pasokan bensin dan solar," jelas Andrew Lipow, Presiden Direktur Lipow Oil Associates.

Indeks dolar AS juga beri tekanan ke harga minyak. Dolar AS sentuh level tertinggi dalam satu bulan. Dolar AS menguat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

 

Sumber Artikel :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3331659/harga-minyak-susut-usai-rilis-data-persediaan-as

ARTIKEL LAINNYA